Universitas Kutai Kartanegara Gelar Santi Aji KKN Angkatan XX

TENGGARONG – Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) menggelar Santi Aji Kuliah Kerja Nyata (KKN) angkatan XX di gedung Bappeda, Jumat (7/7). Santi Aji digelar untuk memberikan pengarahan dan pembekalan kepada Mahasiswa KKN sebelum terjun langsung di tengah-tengah masyarakat melaksanakan program-program KKN sesuai ketentuan dari akademik dan arahan langsung dari LPPM Unikarta.

Adapun tema yang diangkat pada pelaksanaan KKN Angkatan XX 2017 yang diikuti oleh 491 mahasiswa ini yakni Penguatan Kapasitas Pemerintahan Desa, Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Desa dan Membangun Kampus Etam.

Dalam sambutannya, Rektor Unikarta Dr. Sabran mengatakan, pelaksanaan KKN merupakan momentum yang dinantikan oleh seluruh mahasiswa. Menurutnya, mengacu pada ketentuan akademik, KKN merupakan syarat wajib yang harus dilaksanakan oleh mahasiswa, karena di dalamnya terdapat Tridharma Perguruan Tinggi, yakni Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian kepada masyarakat.

“KKN bisa disebut adalah suatu gagasan kreasi bersama, artinya program yang dibuat adalah gagasan bersama, ketika anda menghadapi pribadi yang berbeda dalam kelompok pasti berbeda pula nantinya ketika menghadapi masyarakat. Kapasitas anda berbeda-beda karena tergabung dari berbagai Fakultas dan Prodi, menyatukan itu bukan hal yang mudah, perlu komitmen bersama,” katanya.

Sabran juga menekankan, disamping kreasi dan komitmen bersama hal yang juga utama adalah menjaga kebersamaan dan berusaha merubah hal-hal kecil dimulai dari diri pribadi sendiri. Rektor yang selalu memberikan pantun di setiap kata sambutannya ini juga berpesan, dalam KKN nanti kita diposisikan bagimana membangun sebuah kepemimpinan dan hal itu dibesarkan dari pengabdian pada masyarakat. Berbagai problematika pasti akan dihadapi. Mahasiswa adalah Agen of Change, bagaimana biar terlihat oleh masyarakat tentu harus mampu melakukan perubahan positif pada diri sendiri.

“Menjaga profil perilaku di tengah masyarakat, contoh kecil seperti saat azan sebisa mungkin sudah berada di masjid, ini hal yang sederhana tapi penting untuk memberikan respon yang positif pada masyarakat, merubah diri sendiri dan memberikan suri tauladan pada masyarakat,” pesannya.

Sabran menegaskan di dalam mahasiswa melaksanakan program KKN-nya di tengah masyarakat, diharapkan jangan bertindak dan berkesan eksklusif, artinya apa yang diberikan bukan sebagai menggurui tetapi mampu memberikan dampak positif ditengah masyarakat sesuai kajian ilmu yang dimiliki selama di bangku perkuliahan.

“Saya berharap banyak sampai 25 agustus nanti semua mahasiswa mampu menyelesaikan KKN nya dengan baik dan lulus. Semoga KKN ini nantinya menjadi pelajaran berharga, ketika lulus mampu mengimplementasikan ilmunya sesuai tridharma perguruan tinggi,” tegasnya.

Untuk diketahui Pola KKN pada angkatan XX ini ada lima pola yakni Reguler, Mandiri, Desa Binaan, Kemitraan dan Bina Kampus. Khusus untuk KKN pola Kemitraan, kali ini Unikarta berkolaborasi dengan TOTAL E&P Indonesie. (adv/hei)

 

Sumber : Koran Kaltim

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *