Mosaic of Indonesia : UNIKARTA Kembali Kedatangan 12 Peserta BSBI dari 12 Negara Berbeda

Dok. Kemenlu RI

Tema BSBI 2019 adalah “Mosaic of Indonesia”. Pesan yang ingin disampaikan dari tema tersebut adalah kebhinekaan wilayah nusantara dalam hal budaya, agama, dan keyakinan-keyakinan lainnya, termasuk kehidupan manusia, tata cara, pola pikir dan kebiasaan masyarakatnya yang toleran dan dikelola secara selaras hingga menjadi salah satu aset bangsa.

Tahun ini BSBI diikuti oleh 72 peserta dari 40 negara. Selama 16 kali pelaksanaan, kegiatan BSBI telah menghasilkan 848 alumni dari 74 negara yang menjadi friends of Indonesia danjuga membantu promosi Indonesia di negara asal.

Peserta program Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia (BSBI) Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dari 11 negara bakal belajar seni budaya daerah di Kukar selama 3 bulan mendatang. Ini merupakan kali kedua Kukar dipercaya menjadi mitra Kemenlu bersama 5 daerah lainnya, yakni Padang, Bali, Yogyakarya, Banyuwangi dan Makassar, untuk program BSBI.

“Kukar melalui Yayasan Gubang terpilih kembali jadi lokus BSBI Kemenlu. Rencananya, 12 orang peserta BSBI terdiri 11 orang dari mancanegara dan seorang dari NTT, Indonesia tiba di Tenggarong hari ini,” kata Sri Wahyuni, Kepala Dinas Pariwisata Kukar, Minggu (12/5/2019).

Kurikulum yang diajarkan utamanya adalah bahasa Indonesia, seni budaya dan keharmonisan beragama, kegiatan sosial serta kearifan lokal. Dalam rentang waktu tersebut, peserta akan berkesempatan mengenal dan merasakan suasana pada saat Hari Besar Keagamaan di Indonesia, seperti Hari Raya Waisak, Ramadhan, Idul Fitri, dan Idul Adha serta kemeriahan menyambut peringatan HUT RI ke-74.

Catatan kegiatan kreatif dan promosi para alumni BSBI di negara asal untuk Indonesia antara lain menjadi guru tari/koreografer, menyelenggarakan pameran lukisan foto, promosi gastronomi, membuat ikatan persahabatan Indonesia dengan negara asal, serta membuat lagu dan video klip untuk media social.

Sebelas peserta asing ini berasal dari negara Portugal, Serbia, Jerman, Kolombia, Azarbaijan, Bangladesh, Fiji, Kiribati, Vietnam, Filipina, dan Kamboja. Senin (13/5/2019), seluruh peserta BSBI akan bertemu langsung dengan Bupati Kukar Edi Damansyah.

Selama 3 bulan ke depan, lanjut Sri, peserta negara asing akan belajar bahasa Indonesia, tarian dan musik daerah, kearifan lokal, potensi sawit ramah lingkungan di Kota Bangun, lahan pertanian dan atraksi wisata dan budaya.

Untuk pengalaman sosialisasi yang pertama, ia mengemukakan peserta BSBI akan ikut pada acara buka puasa bersama dengan Dinas Pariwisata dan beberapa mitra kegiatan, Selasa (14/5/2019). “Ini sekaligus mengenalkan bukber sebagai salah satu tradisi ramadan di Kukar maupun di tanah air,” ujarnya.

Saat Festival Kota Raja (FKR) memperingati HUT Kota Tenggarong ke depan, peserta BSBI akan turut serta dalam program cultural exchange night. Mereka akan tampil membawakan kesenian dari negara masing2, setelah itu mereka berganti baju untuk mempersembahkan kesenian musik daerah Kutai dan Dayak, tarian jepen, gantar dan belian dari Dayak Benuaq.

Sejak 4 Mei lalu, peserta BSBI sudah melewati masa orientasi di Kemenlu. Kemudian mereka akan berada di Kukar sampai awal Agustus mendatang. “Setelah itu beberapa hari mereka akan kumpul lagi dengan peserta BSBI lainnya di Banyuwangi untuk menampilkan keahlian seni daerah di tempat lokusnya masing-masing melalui program Indonesia Channel yang jadi puncak acaranya,” tuturnya.

Selain itu, peserta BSBI akan dijadwalkan mengunjungi Kampung Budaya Benuaq di Putak, Loa Duri, sekitar Juni. Sedangkan Yayasan Gubang di Tenggarong kembali ditunjuk sebagai mitra Kemenlu dalam menyiapkan segala fasilitas untuk para peserta ini belajar seni budaya Kutai.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.