,

Kunjungan Rektor UNIKARTA ke Korea Selatan dalam Rangka Kerjasama dengan JEI University

Universitas Kutai Kartanegara terus melakukan peningkatan kualitas pendidikan. Upaya efektif yang ditempuh salah satunya ialah dengan menjalin kerja sama internasional bersama Universitas ternama internasional.
Untuk merealisasikan hal ini Rektor Unikarta Dr. Sabran SE, M.Si selama beberapa  hari pada bulan November 2016 melakukan perjalanan ke Luar negeri, Korea Selatan dan ke Australia dalam rangka menjalin kerjasama dengan JEI University dan Monash University.

Melakukan 9 jam penerbangan dengan transit selama 12 jam di Malaysia, kedatangan Rektor di Seoul disambut langsung oleh Presdir PT. Teamindo Mr. Jhon di Bandara Incheon Korea Selatan.
“Bandara ini didesain oleh Curtis Fentress, arsitek asal Amerika Serikat dengan  menampilkan perpaduan antara desain tradisional dan juga kemajuan teknologi Korea Selatan. Bentuk haluan garis atapnya dirancang agar menyerupai atap kuil tradisional Korea, lorong-lorong area kedatangan bandara diisi oleh berbagai artefak peninggalan kerajaan Korea beribu-ribu tahun silam, dan dirancang pula adanya fasilitas terminal kereta yang biomorphic nan modern. Keunikan perpaduan budaya dan teknologi ini, melambangkan kemajuan peradaban dan cintanya nya warga korea selatan untuk menjunjungi tinggi budaya dan warisan nenek moyang mereka. Bagi saya pribadi ini adalah pengalaman pertama menginjakan kaki di bandara Incheon. Kesan saya mewah, bersih dan menyenangkan, itu bisa saya lihat ketika masuk ke area layanan pemeriksaan dokumen paspor. Sangat memuaskan petugasnya ramah, cepat, tepat serta kebersihan yang selalu terjaga dengan baik kemudian fasilitas umum bandaranya yang sangat modern lengkap dan memuaskan para tamu pengguna jasa layanan Bandara.  Wajarlah pada tahun 2005 -2013 Airport Council International memberikan penghargaan bandara Incheon terbaik di dunia,” kata Rektor.
Rektor menyampaikan hari pertama kedatangannya disambut Prof. Cho di Kompleks Centre of Bussines di kota Seoul, Korea selatan. “Beliau adalah Guru besar JEI University, mantan Menteri Luar Negeri Korea selatan. ditengah kesibukan yang sangat luar biasa beliau mau menyisihkan untuk menemui saya bahkan menemani saya untuk makan siang bersama dengan Manajemen PT. Teamindo Mr. Jhon” ucapnya.

Di hari berikutnya selama  di Seoul dan Incheon dari agenda yang telah disusun oleh Manajemen PT. Teamindo, Rektor lebih banyak dan fokus pada kolaborasi dengan JEIU. Sebelum dilakukan penandatanganan dengan Presiden JEIU, Gi Woo Lee, Rektor melakukan meeting dengan Manajemen JEIU dalam sambutannya President JEIU mengatakan bahwa salah satu indikator hebat dan majunya  JEUI masuk world class adalah faktor kepemimpinan yang hebat dari seorang President. Dukungan Finansial dari Pemerintah Korea yang sangat besar, Dukungan dunia usaha di Korea selatan yang sangat luar biasa, sehingga berdampak terhadap kemajuan JEIU itu sendiri dan  Banyak mahasiswa asing yang kuliah di JEUI termasuk Indonesia sendiri.

Rektor mengungkapkan penandatanganan MOU dengan Presiden Gee Woo lee dilakukan dalam suasana kekeluargaan dan penuh kekhikmatan. Kerjasama ini meliputi program riset and development, study and guest lecture, english business, pendidikan anak usia dini dan tourism.

Pasca penandatanganan MOU, rektor diperkenalkan kepada seluruh dekan di lingkungan JEIU dan melihat secara langsung kondisi sarana prasarana JEIU di Program studi Nursing, Tourism, cooking, Air Service. “JEIU Memang luar biasa. Momentum penandatanganan MOU Rektor Unikarta dan Presiedent JEI beberapa hari kemudian diberitakan oleh dua Media cetak terkenal di Korea Selatan,” ungkapnya.

“Sungguh menarik, di JEI University ada puluhan guru besar yang tersebar di Program studi adalah dulunya kalangan profesional yang mengabdi puluhan tahun di bidang mereka masing-masing dan ketika direkrut di JEIU mereka menjadi guru besar,” imbuh Sabran.

Rektor menegaskan kemajuan yang diraih sekarang oleh Korea memang sangat cepat, mereka sangat menjunjung tinggi budaya nenek moyang (kearifan lokal), budaya disiplin, budaya kerja, budaya saling menghormati. “Serta kuatnya kepemimpinan yang dimiliki oleh seorang pemimpin, terutama seorang presiden atau rektor didalam membangun universitas yang berkualitas, unggul dan memiliki daya saing tinggi,” pungkasnya.

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *