,

Faperta UNIKARTA Siap Mencetak SDM Perkebunan Kelapa Sawit

Perkebunan kelapa sawit di Provinsi Kalimantan Timur saat ini telah menggeser posisi beberapa daerah di Indonsia dalam pengembangan perkebunan kelapa sawit seperti Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Jambi dan Riau bahkan Malaysia yang perkembangan kelapa sawitnya mulai meredup.

Berdasarkan data Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur, luas areal perkebunan kelapa sawit mencapai 1.192.342 hektare yang terdiri dari 284.523 hektare milik Perkebunan Besar Swasta hingga 2017. Sedangkan produksi TBS (Tandan Buah Segar) telah mencapai sebesar 13.164.310 ton di tahun yang sama.

Dari sejumlah perusahaan perkebunan besar swasta yang telah memperoleh izin percadangan (izin lokasi) sementara ini yang telah beroperasi membangun kebun dalam skala yang luas kurang lebih 358 perusahaan. Areal pertanaman kelapa sawit yang cukup luas saat ini terpusat di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kutai Timur dan Paser dengan serapan tenaga kerja mencapai 234.063 orang. Ini belum termasuk yang bekerja di pabrik kelapa sawit (CPO) serta industri turunannya (Indrusti Hilir CPO dan KPO) serta industri minyak goreng, minyak salad, sabun, margarin, kosmetik, dll.

Hal tersebut menunjukkan prospek perkebunan sawit hari ini dan masa datang adalah Provinsi Kalimantan Timur. Namun demikian, menurut salah seorang pakar perkebunan pada saat memberikan kuliah umum di Fakultas Pertanian Universitas Kutai Kartanegara, lebih dari 80% serapan tenaga kerja perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Timur didominasi oleh tenaga kerja dari luar.

Itu juga dibenarkan oleh pihak Perusahaan Perkebunan kelapa sawit pada saat sosialisasi dan peninjauan kurikulum perkebunan kelapa sawit berbasi KKNI oleh Faperta UNIKARTA dengan Dinas Perkebunan Kabupaten Kutai Kartenagara dan perusahaan perkebunan kelapa sawit.

Dalam sosialisasi tersebut disampaikan, ada dua penyebab utama rendahnya serapan tenaga kerja lokal di sektor perkebunan kelapa sawit yaitu secara mental, calon tenaga kerja lokal belum siap untuk bekerja di kebun kelapa sawit dan rendahnya kompetensi keilmuan dibidang perkebunan kelapa sawit sehingga calon tenaga kerja yang direkrut selama ini harus mengikuti pelaithan terlebih dahulu.

Berkenaan dengan hal tersebut, Faperta UNIKARTA siap menerima mahasiswa baru untuk program keahlian kelapa sawit pada Tahun Akademik 2019/2020. Mahasiswa akan dibekali kompetensi keilmuan berupa kemampuan pengetahuan dan keterampilan budidaya dan teknologi produksi tanaman perkebunan kelapa sawit, kemampuan pengelolaan pertanian organik, perbanyakan tanaman, perlindungan tanaman, pengelolaan panen dan pasca panen. Termasuk teknik dan strategi pemasaran komoditas perkebunan, kemampuan konsultasi dan penyuluhan pertanian, resolusi konflik perkebunan, pembinaan mental, pengelolaan lingkungan dan limbah B3, pengelolaan pabrik dan pengolahan hasil perkebunan kelapa sawit.

Untuk memperdalam kompetensi ini, mahasiswa juga akan diarahkan mengikuti program magang, pelatihan/kursus, dan mengikuti uji kompetensi/sertifikasi keahlian sebagai syarat untuk memdapatkan sertifikat pendamping ijazah.

Dengan pembekalan kompetensi ini diharapkan alumni Faperta UNIKARTA siap untuk masuk didunia kerja khususnya di sektor perkebunan kelapa sawit. Sehingga untuk mendukung program peningkatakan SDM Pertanian dibidang perkebunan kelapa sawit ini, sangat dibutuhkan peran dari berbagai pihak termasuk perusahaan perkebunan kelapa sawit melalui penyediaan beasiswa dari dana Coorporate Sosial Responsibility (CSR) bagi lulusan SMA/sederajat yang ada disekitar perkebunan kelapa sawit beroperasi untuk melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi.

Sumber Berita : KORAN KALTIM

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *