,

Cerau Nasi Bekepor Meriahkan Dies Natalis Universitas Kutai Kartanegara Ke-33

Nasi Bekepor merupakan kuliner khas suku Kutai, Kalimantan Timur. Mungkin orang-orang banyak  menyebutkan mirip dengan Nasi Liwet. Nasi bekepor merupakan beras yang dimasak dalam kenceng (periuk) terbuat dari tanah liat hingga berkerak dan nasi bekepor dimasak menggunakan kayu.

Keseruan pun terlihat di halaman Kampus Universitas Kutai Kartanegara, Rabu (12/4) kemarin. Sejumlah mahasiswa berkumpul dan memasak Nasi Bekepor khas Kutai dan membakar lemang (nunu suman) sebanyak 100 buah di atas bara api yang selanjutnya dengan acara Beseprah dimana seluruh orang yang hadir dipersilahkan untuk makan bersama. Beseprah memiki filosofi yaitu tidak ada hal yang membedakan antara satu dengan yang lain dan semua orang saling membaur tanpa ada status sosial.

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIPOL) Universitas Kutai Kartanegara yang menyelenggarakan event ini dalam rangkat Dies Natalis UNIKARTA ke-33 sekaligus memperingati Hari Budaya dengan menggelar acara Adat Budaya “Cerau Nasi Bekepor dan Nunu Suman”. Dekan Fisipol Awang Rifani menyampaikan, kegiatan gelar budaya Cerau Nasi Bekepor dan Nunu Suman ini bisa terselenggara dengan sukses dan lancar berkat dukungan penuh Yayasan Kutai Kartanegara, Sempekat Keroan Kutai Ikatan Keluarga Alumni Fisip Unikarta dan Mahasiswa FISIPOL Unikarta.

“Lewat kegiatan ini kami ingin melestarikan adat budaya kita dengan memperkenalkan nasi bekepor yang selama ini tidak dikenal lagi. Acara ini juga turut didukung dengsanak etam dari masyarakat Dusun Adat Bensamar, Dusun Adat Bengkuring, Desa Sabintulung Muara Kaman, Komunitas Pilem Indi (Kopi) Tenggarong dan seluruh jajaran Rektor beserta staf,” ucap Pak Rifani.

Hadir dalam acara itu Otoy Usman selaku Staf Ahli Bupati Kutai Kartanegara. Otoy Usman diberi penghormatan khusus membuka resmi dengan menyalakan api tungku kayu bakar memasak Nasi Bekepor dan Nunu Suman. Beliau bersama Rektor UNIKARTA dan perwakilan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kukar meminum Air Benda secara bersama-sama.

Rektor UNIKARTA Dr. Sabran memberikan apresiasi setinggi-tingginya FISIPOL selaku inisiator kegiatan budaya ini. Selain Dies Natalis, dirangkai peringatan 173 tahun Panglima Perang Awang Long dan Peringatan Hari Budaya Tenggarong 2017.

“Kita akan terus lestarikan budaya ini. Kami berharap bisa diakomodir dalam upacara Erau. Bahkan disajikan dalam forum budaya lebih besar lagi, sehingga jadi nilai jual Kukar mendorong sektor pariwisata,” kata Rektor.

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *